Definisi: Pengertian, Ciri-ciri, Syarat, Jenis dan Contoh

Pengertian Definisi

Semua kata dalam bahasa Indonesia pasti punya arti tersendiri. Saat akan menggunakan kata tersebut, maka Anda harus memahami artinya dengan baik agar kalimat yang disusun bisa tepat dan maksudnya bisa sampai ke pembaca.

Kita biasa menyebut arti sebuah kata dengan “definisi”. Namun belum banyak yang paham apa sebenarnya arti dari kata itu sendiri.

Pengertian Definisi

Kata ini berasal dari bahasa Latin “definitio” yang bisa diterjemahkan menjadi “penentuan arti” atau “pembatasan”.

Menurut Solomon definisi adalah sebuah pernyataan yang memberikan arti terhadap sebuah kata atau frase (gabungan kata). Sedangkan Rescher mengartikannya sebagai sebuah penjelasan tentang arti suatu kata.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikannya sebagai kata, frase, atau kalimat yang megungkapkan makna, keterangan, ataupun ciri utama dari orang, proses, benda, aktivitas, batasan, atau rumusa ruang lingkup dan ciri suatu konsep yang menjadi sebuah pokok pembicaraan atau objek studi.

Kata ataupun frase yang akan diungkapkan artinya bisa disebut dengan istilah “definiendum”. Sedangkan bagian yang digunakan untuk menjelaskan definiendum itu bisa disebut dnegan “definiens”.

Pengertian definisi di Wikipedia.org

Ciri-ciri Definisi

Ciri-ciri Definisi

Sebuah kalimat atau makna tidak bisa serta merta dianggap sebagai sebuah arti. Secara khusus harus ada syarat atau ciri-ciri sehingga kalimat tersebut bisa disebut dengan definisi antara lain:

Baca Juga :   Statistika: Pengertian, Asal Usul, Perbedaan dan Fungsi

1. Harus Ada Definiendum dan Definiens

Sebuah frase tidak bisa langsung dianggap sebagai suatu pengertian jika tidak terdapat unsur kata atau istilah yang ingin diartikan atau disebut definiendum.

Selain itu harus ada unsur kata, frase, atau kalimat yang berguna untuk menguraikan pengertian atau disebut dengan definiens.

2. Definiens yang Dimulai Kata Benda Menggunakan Kata “Adalah”

Pilihan kata untuk mengartikan definiendum biasanya dimulai dengan kata benda dan didahului dengan kata “adalah” atau “yaitu”. Misalnya saja “mahasiswa adalah pelajar di sebuah perguruan tinggi”.

3. Definiens yang Dimulai dengan Selain Kata Benda, Didahului Kata “Yaitu”

Selain didahului oleh kata benda, definiens juga bisa didahului oleh kata kerja. Biasanya pengertian kata tipe ini dicirikan oleh kata “yaitu”. Contohnya adalah “Minum yaitu memasukkan air ataupun benda cari ke dalam mulut dan meneguknya”.

4. Difiniens yang Merupakan Sinomin Menggunakan Kata “Ialah”

Definiens yang ditulis untuk tujuan menunjukkan sinonim sebuah kata atau frase harus menggunakan kata “ialah”. Contohnya adalah “dahaga ialah rasa haus”.

Syarat Definisi

Syarat Definisi

Suatu istilah perlu diberikan batasan makna untuk menentukan pengertian yang bisa diterima secara universal dengan jelas, tepat, dan singkat.

Batasan istilah perlu dijelaskan agar tidak kabur ataupun tumpang tindih dengan pengertian lainnya. Karena itulah sebuah pengertian kata yang baik harus memeuhi syarat sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Syarat-syarat pemaknaan kata yang baik menurut Bakry sebagai berikut:

1. Pemaknaan kata harus menyatakan ciri-ciri secara hakiki yang akan dideskripsikan. Maksudnya sebuah makna kata harus bisa menunjukkan pengertian umum yang meliputinya dan juga ciri pembedanya yang penting dan khas.

2. Harus memiliki kesetaraan arti dengan hal yang diberikan makna. Jadi lingkup artiannya tidak boleh terlampau sempit ataupun terlampau luas.

Baca Juga :   Teks Editorial: Pengertian, Manfaat, Fungsi, Jenis dan Struktur

3. Pengertian sebuah kata tidak boleh berputar-putar atau berbelit-belit secara tidak langsung maupun langsung pada subyek yang didefinisikan.

4. Pengertian kata harus sebisa mungkin dinyatakan dalam rumusan yang positif. Sebisa mugkin hindari pengertian kata dengan menggunakan pernyataan berkonteks negatif dalam perumusanya.

5. Pemaknaan kata harus dinyatakan sevara singkat, tepat, dan jelas. Jangan sampai membuat arti kata yang ambigu, kabur, ataupun menggunakan bahasa kiasan.

Tujuannya agar makna kata yang ingin diungkapkan bisa dipahami dengan mudah oleh pembaca.

Jenis-jenis Definisi

1. Nominal atau Verbal

Pemaknaan kata nominal atau verbal merupakan arti kata yang paling sederhana dan bersifat sementara.

Pemaknaan kata ini jenis ini hanya memberikan penjelasan etimologis atau sinonim kepada istilah yang akan dijelaskan.

Pemaknaan kata nominal atau verbal tidak memberi pengertian yang hakiki mengenai sesuatu yang dijelaskan tersebut.

Contoh pemaknaan kata nominal antara lain:

  • Logika adalah istilah yang diambil dari bahasa Yunani “logikos” dan berasal dari kata “logos”, artinya “sesuatu yang diungkapkan, suatu pertimbangan akal, kata, percakapa, atau ungkapan lewat bahasa.
  • Hamba ialah pelayan atau budak.
  • Petang ialah sore hari.

2. Formal

Pemaknaan kata ini sering disebut dengan istilah terminologis yaitu sebuah arti kata yang disusun berdasarkan logika formal dan terdiri dari 3 unsur.

Struktur pemaknaan kata formal ini berupa kelas, genus, dan pembeda (diferensiasi).

Contohnya:

  • Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.
  • Dinosaurus adalah hewan purba yang paling besar.
  • Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia.

3. Operasional

Merupakan jenis pemaknaan kata yang penjelasannya menegaskan langkah-langkah pengujian khusus yang harus dilakukan atau dengan sebuah metode pengukuran serta menunjukkan bagaimana hasil yang diamati tersebut.

Baca Juga :   Teks Negosiasi: Pengertian, Ciri-ciri, Manfaat, Tujuan, Struktur

Ada 2 jenis definisi operasional yaitu kualitatif (berdasarkan isi dan kekuatan) serta kuantitatif (berdasarkan banyak/jumlahnya).

4. Paradigmatis

Pemaknaan kata ini memiliki tujuan utama untuk mempengaruhi pola pikir pembacanya. Ada beberapa ciri dari pemaknaan paradigmatis seperti:

  • Disusun berdasarkan paradigma atau pola pikir dan nilai-nilai tertentu.
  • Berguna untuk mempengaruhi perilaku, sikap, ataupun tindakan orang lain yang membacanya.
  • Bertujuan agar pembacanya bisa mengubah sikap sesuai dengan arti kata yang disusun.
  • Arti kata selalu berhubungan dengan nilai-nilai tertentu seperti etika, budaya, ajaran, agama, falsafah, pandangan hidup, adat istiadat, hingga bisnis.

5. Luas

Arti kata luas adalah sebuah batasan pengertian yang minimal terdiri dari satu paragraf. Pengertian kata jenis ini biasanya digunakan untuk menjelaskan konsep yang rumit dan tidak bisa dijelaskan hanya dengan kalimat singkat.

Ciri-ciri jenis arti kata luas antara lain:

  • Hanya berisi satu gagasan yang merupakan bagian dari definiendum.
  • Tidak menggunakan kata-kata kiasan.
  • Setiap kata yang digunakan untuk mengartikan istilah bisa dibuktikan dan diukur kebenarannya.
  • Menggunakan susunan kalimat penalaran yang jelas.

Definisi kata bisa membantu penulis untuk menjelaskan apa yang ditulisnya kepada pembaca. Bahkan melalui pemaknaan kata tersebut, seorang penulis bisa mempengaruhi pola perilaku dan sikap pembaca sesuai dengan yang diinginkan dan norma-norma yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.